MISI

***************** A MAN WHO WANT TO CREATE AN EDEN IN THE WORLD *****************

Rabu, 27 Juli 2011

TAQWA IS THE GREATEST OF LOVE


Taqwa is The Greatest Of LOve. Cinta (Mahabbah) Yang Paling Agung sebab : hanya orang yang sunguh-sungguh mencintai yang mau melakukan sagala yang diperintah dan mau menjauhi segala yang dilarang. Sebagaimana difinisi taqwa itu sendiri : imtitsslu awaamirihi wajtinaabu nawaahihi.

Juga Anyataqiyal insanu maa yaghdlobuhumullahu wamaa dlororun linafsihi walighoirih, yakni takutnya manusia akan segala yang membuat Allah marah kepadanya, dan takut berbuat yang membuat dirinya dan orang lain celaka. karena mahaabbah, orang yang Taqwa tidak mungkin membuat orang lain celaka. Semuanya diukur dengan kasih, Arrahman, arrahiim.


Orang lain boleh saja mengklaim punya hari kasih sayang, atau hari hari sejenis. Tapi kita kaum muslimin tidak hanya satu hari, kita punya BULAN KASIH SAYANG, BULAN PENUH RAHMAT, RAMADAN. Dan malam ini 931 Agustus 2011 WIB)Alhamdulillah, kita ada dalam pelukannya, untuk mencapai puncak peraihan dan penaburan kasih sayang. WELCOME RAMADAN THE GREAT





Setiap habis Ramadhan
Hamba rindu lagi Ramadhan
Saat saat padat beribadat
tak ternilai mahal harganya

Setiap habis Ramadhan
hamba cemas kalau tak sampai
umur hamba di tahun depan
berilah hamba kesempatan



Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan
Sekeluarga sekampung senegara
Kaum muslimin dan muslimat sedunia
seluruhnya kukuh dipersatukan
dalam mencari ridlo-Nya

Setiap habis Ramadhan
Rindu hamba tak pernah menghilang
Mohon tambah umur setahun lagi
berilah hamba kesempatan


(Setiap Habis Ramdhan : Taufiq Ismail)



Bait bait dari lirik lagu Bimbo berjudul "Setiap Habis Ramadhan" itu begitu kental mengekspresikan jiwa yang memahami keagungan bulan penuh berkah (syahrul mubarok) Ramadhan. Pemahaman yang sublim akan keagungan Ramadhan akan membersitkan "kesedihan" setiap Ramadhan hampir usai. Ini tentu saja berbeda dengan ekspresi umat pada umumnya, yang justru bergembira ria bahkan disertai pesta-pesta dalam mengahiri Ramadhan.

Ketika kita panjatkan doa Rajab sejak awal Bulan Rajab, : Ya Allah berkahi hamba di bulan Rajab dan Sa'Ban, dan sampaikan umur hamba di bulan Ramadhan, sungguh sangat eksplisit bahwa kita sudah memiliki pengharapan untuk jumpa dengan bulan penuh keagungan.

Perjalanan spiritual Rajab - Sa'ban mencapai puncak pengharapan pada malam pertengahan bulan Sa'ban (Nisfu Sa'ban) dengan doa-doa nisfu sa'ban dan shalat permohonan ampun, dan dipertahankan hingga hilal 1 Ramadhan, sehingga diharapkan dapat menjemput Tamu Agung Ramadhan dengan penuh kesucian lahir bathin. Bulan Suci kita sambut dengan kesucian paripurna, material spiritual.

Keyakinan akan diampuni segala dosa dan kesalahan, yang diringi rasa syukur atas keberkahan yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita, lingkungan kita, dan seluruh alam raya sebagaimana tersurat pada doa Rajab, sangat layak melahirkan perasaan penuh kegembiraan. (Joyfully) dalam menyambut tamu Agung Ramadhan.

Perasaan ini tentu saja tidak bisa dimiliki oleh mereka yang tidak melakukan "amalan shaleh Rajab - Saban" sebagai prakondisi menyongsong bulan Agung. Meminjam istilah Sayd Qutb dalam mukadimah Fii Dzilalil Quran : Nikmatahu laa ya'rifuha illa man dakkaha, kenikmatannya tidak bisa dirasakan kecuali oleh orang yang merasakannya. Yang yakin bahwa di bulan Ramadhan penuh dengan berbagai kebaikan yang puncaknya pada Malam Lailatul Qodar (THe Greatest Destiny Night), malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam yang diberkahi, dimana diputuskan semua urusan.



Oleh karena itu, adalah sangat relevan jika "JOYFULLY" dalam menyambut Ramadhan mendapatkan Reward yang sangat Istimewa disisi ALLAH SWT, sebagaimana makna hadits Rasulullah SAW : barang siapa menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, maka api neraka haram menyentuh jazadnya. Masya Allah !

Benang hijau dari uraian di atas adalah, bahwa Islam, tidaklah seperti anggapan kebanyakan kita selama ini, "yang penting Lillahi Ta"ala, dalam konteks asal mengerjakan". Islam sangat menghargai proses dan kualitas managementnya. Planning Ramadhan telah dibuat jauh sebelumnya,ketika kita memasuki hari-hari itikaf di sepuluh hari terahir Ramadhan tahun sebelumnya, dan diafirmasi ketika kita memulai memanjatkan doa Rajab saat hilal 1 Rajab, dua bulan sebelum pelaksanaan ibadah Ramadhan itu sendiri.

Dengan planing yang matang ini kita memasuki Ramadhan dengan penuh perhitungan (ihtisaban) atas segala aspek amaliyah Ramadhan beserta prasaratnya. Karena hanya dengan ihtisaban yang dilandasi iman (Imanan wahtisaban) inilah puasa kita akan punya makna, yakni Puasa yang akan membawa kita pada derajat Taqwa, derajat paling mulia yang tentu saja dicerminkan dari kemanfaatan diri kita bagi alam semesta.

Tanpa imanan wahtisaban, maka puasa kita hanya akan menghasilkan lapar dan dahaga, yang dicerminkan dengan pola hidup lapar dan rakus tanpa pandang bulu manfaat atau mudharat. Boleh jadi ia mengharap surga dengan menabur neraka di bumi, sehingga menutupi keindahan Islam itu sendiri, na'udzubillahi mindzalika. Padahal menurut firman Allah menyebutkan, bahwa orang bertaqwa itu, “Tidak suka berbuat kerusakan dan kebencanaan dalam hidup(QS.28:83), Ciri lain dari orang muttaqin adalah : “Menjadi panutan di tengah kehidupan”.(QS.25:74), Juga sikap orang muttaqin itu, mewarisi kesuksesan dalam hidup di bumi. Dan memiliki peluang akhir yang lebih baik(QS.7:128). Inilah sikap jiwa yang mantap dan mengakar dari iman.



Dalam perjalanan hidupnya orang- orang bertaqwa selalu memilih yang terbaik. Senantiasa bertindak dengan perangai terpuji. Tidak pernah terhalang dirinya untuk berbuat kebaikan. Segera menyambut amal baik dengan ikhlas. Begitulah sikap yang menonjol yang selalu dikenal oleh Allah (QS. 3 :115, 9 : 44).

Apa keuntungan Kita Menjadi Muttaqin ?

Derajad muttaqin merupakan posisi yang istimewa bagi manusia. Allah s.w.t. menjanjikan berbagai keuntungan yang akan diperoleh muttaqin, diantaranya dalah :


a. Diberi Jalan Keluar oleh Allah s.w.t.

Allah menyatakan : Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (solusi). Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (At- Thalaq /65 : 2-3)

Dua ayat ini adalah jaminan dari Allah s.w.t. bahwa persoalan yang dihadapi oleh orang muttaqin akan diberi jalan keluar oleh Allah sendiri. Ini adalah janji Allah, dan tidak mungkin Allah berbohong. Bahkan Allah juga menjamin rizki orang muttaqin dari arah yang tidak disangka-sangka.

Dengan mendasarkan diri pada dua ayat di atas, maka seorang muttaqin itu hidupnya bisa dibilang sederhana. Anda ‘hanya’ dengan menjadi muttaqin maka persoalan-persolan hidup akan diberi solusi oleh Allah s.w.t. Anda tidak harus terlalu pusing dengan masalah yang Anda hadapi. Setiap orang pasti punya masalah. Namun, Anda jangan terkukungkung dengan masalah. Fokuslah untuk meraih derajat muttaqin. Gunakanlah fikiran, cita-cita, langkah, tenaga, dan seluruh energy Anda untuk menjadi muttaqin dan senantiasa memeliharanya.


Oleh karena masalah orang muttaqin akan diselesaikan oleh Allah s.w.t. Tugas kita adalah menjadi muttaqin, sedangkan hak Allah s.w.t. adalah menyelesaikan masalah Anda. Bahkan, hak Allah s.w.t. adalah memberi rizki Anda dari arah yang Allah sukai, yang mungkin kurang Anda sukai. Selanjutnya Allah s.w.t. menjamin akan mempermudah setiap urusan orang muttaqin (QS. At Thalaq : 4)

b. Mendapat Ampunan Dosa

Keuntungan ke dua bagi orang muttaqin adalah dihapuskan kesalahan kesalahannya.

“………………dan Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (At Thalaq : 5)

Kita tidak perlu risau dengan masa lalu kita yang penuh alfa, Allah Maha Pengampun. Dengan meraih derajad muttaqin Allah akan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita. Dengan diampuni kesalahan-kesalahannya, maka orang kita menjadi orang yang merdeka, orang yang mendapatkan pencerahan. Sungguh, tidak ada orang yang lebih bahagia, kecuali orang yang merdeka dari kesalahan.

c. Mendapat Perlindungan dari Allah.s.w.t.



Q.S al Jatsiyah ayat 19 mengungkapkan : Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari siksaan Allah. dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung (backing) orang-orang yang bertakwa.


Dalam Surat Al Jasiyah ayat 19 di atas dengan tegas Allah menyatakan bahwa Dia adalah wali/pelindung bagi orang muttaqin. Tidak ada ketenangan yang lebih tinggi kecuali dilindungi oleh Allah s.w.t. Backing dari manusia tentu minta sejumlah imbalan, sedangkan Allah s.w.t. sama sekali tidak meminta imbalan. Lebih dari itu, perlindungan dari Allah itu pasti.


d. Menjadi Pemenang


Artinya : Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan(QS An Nisya’ /24 : 52).

Menjadi A Winner, adalah dambaan para pejuang. Dan seorang muttaqin akan tampil sebagai a winner/ Inilah jaminan yang sangat dahsyat. Bahwa Allah s.w.t. menjamin orang muttaqin mendapat kemenangan.

Ayat di atas juga berarti bahwa setiap orang dijamin Allah s.w.t. pasti bisa mencapai derajad muttaqin. Setiap orang pasti bisa mencapai kemenangan. Setiap orang sudah didesain oleh Allah s.w.t. memiliki potensi meraih muttaqin. Setiap orang lahir dalam keadaan akhsani taqwim (desain yang paling baik). Jadi setiap orang didesain Allah s.w.t.untuk menjadi pemenang.



Itulah sebagian keuntungan/manfaat menjadi muttaqin, yaitu diberi solusi oleh Allah s.w.t., mendapat perlindungan (backing) dari Allah s.w.t., dihapuskan kesalahan-kesalahannya (mendapat pencerahan), dan dijamin mendapat kemenangan.

Maka, Joyful............

SO, Joyful.............

Dalam menyongsong Tamu Agung kita

Dalam menyambut Bulan penuh Kasih Sayang.

Marhaban yaa Ramadhan

Marhaban Yaa Syahrul Mubarok

Welcome Ramadhan The Great.

HAPPY RAMADHAN 1432 HIJRI



Kena Gangguan Lambung tapi tetap ingin puasa tak terganggu ? Jangan gunakan obat Mag, karena Antacida (anti ke asaman) lambung yang digunakan pada umumnya MENYEBABKAN GANGGUAN GINJAL (lihat kemasan). Kami siap membantu anda, silakan hubungi kami. KESEHATAN HOLISTIK, SEHAT MENYELURUH ALAMIAH ILMIAH (0878 88 99 27 99)

Tidak ada komentar: