MISI

***************** A MAN WHO WANT TO CREATE AN EDEN IN THE WORLD *****************

Kamis, 12 Mei 2011

MUSICAL INTELLIGENT DEVELOPMENT

"Jangan Kau puas dengan kemampuanmu terbang siang,
Belajarlah kepada kunang, bagaimana ia taklukan gelap malam"
(Darwono, Puisi : Madah Burung Elang : 1987)

"Jika UN (Ujian Nasional) hanya menjadi "Pengkaderan Massal" terciptanya Manipulator-manipulator dan Koruptor-koruptor "Masa Depan", kenapa harus dipertahankan ? Bukankah Pembentukan karakter bangsa Yang Berketuhanan Yang Maha Esa, Jujur, Amanah, dan berakhlak mulia lainnya, jauh lebih harus dikedepankan ?

Ya Allah, jika apa yang hamba upayakan hanya meningkatkan kekuatan "koruptor-koruptor" masa depan, berilah hamba jalan terbaik."







Peristiwa-peristiwa mutahir yang terjadi di Indonesia, sungguh sangat memprihatinkan kita. Kampus yang seharusnya menjadi tumbuhnya budaya intelektual, telah menjelma menjadi ladang jagal, kasus Malinda, telah menyiratkan kecerdasan finansial yang terlepas dari kendali kecerdasan sosial, emosional dan spiritual. Ujian Nasional, telah menjelma menjadi lahan penyemaian jiwa korup dan manipulatif. Padahal di tengah tantangan global, semestinya semua ranah harus menjelma menjadi meliu yang tepat bagi berseminya bibit-bibit unggul Sumber Daya Manusia Indonesia.

Realitas membuktikan, anak-anak unggul pada dasarnya tidak akan tumbuh dengan sendirinya, mereka memerlukan lingkungan subur yang diciptakan untuk itu. Oleh karena itu diperlukan kesungguhan dari orang tua dan pendidik untuk secara tekun dan rendah hati mengamati dan memahami potensi anak atau murid dengan segala kelebihan maupun kekurangannya, dan menghargai seriap bentuk kecerdasan yang berlainan.

Ada beberapa tipe kecerdasan yakni,. 1. Kecerdasan matematika dan logika atau cerdas angka, 2. Kecerdasan bahasa atau cerdas kata, 3. Kecerdasan visual spasial atau cerdas gambar, 4. Kecerdasan kinestetik atau cerdas gerak, 5. Kecerdasan inter personal atau cerdas teman, 6. Kecerdasan intra personal atau cerdas diri, 7. Kecerdasan naturalis atau cerdas alam dan 8. Kecerdasan musikal atau cerdas musik



Kecerdasan musikal atau cerdas musik adalah kemampuan seorang anak untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, dalam hal ini adalah nada dan irama. Anak-anak ini senang sekali mendengar nada-nada dan irama yang indah, mulai dari senandung yang mereka lakukan sendiri, dari radio, kaset, menonton orkestra, atau memainkan alat musik sendiri. Mereka lebih mudah mengingat sesuatu dengan musik. Saat dewasa mereka dapat menjadi penyanyi, pemain musik, komposer pencipta lagu, dan bidang-bidang lain yang berhubungan dengan musik.

Louise Montello dalam bukunya Essential Musical Intelligence (2004) menyatakan bahwa musik telah menciptakan pendekatan langsung yang sederhana untuk pencarian pikiran-bawah-sadar paling dalam untuk membebaskan diri kita dari sakit dan penderitaan yang disebabkan penyalahgunaan, terorisme, diabaikan, ditinggalkan, dan rasa ketagihan.

Dengan mengubah “racun” dalam hidup kita menjadi obat lewat keterlibatan kita dengan musik, kita mampu menggunakan energi yang diubah ini sebagai kekuatan positif untuk menyembuhkan diri kita sendiri dan planet ini, demikian ungkap Montello. Tanpa musik, dunia ini memang tidak akan sempurna atau dakam bahasa Rhoma Irama, tanpa musik dunia ini sepi kurang asyik.

Bahkan mungkin tidak hanya sepi kurang asik, tetapi sunyi senyap seperti kuburan, makanya untuk pengkuburan/pemakaman pun ada musiknya. Coba klik Requim berikut ini :




Masalah kecerdasan musikal dari tulisan Gardner yang menjadi bagian dari teori kecerdasan majemuk menegaskan kepada kita bahwa manusia memiliki aspek yang tak kalah penting untuk dikembangkan. Aspek penting ini adalah kecakapannya dalam memahami musik atau menciptakan musik.

Howard Gardner menegaskan bahwa setiap individu yang normal yang sering diterpa musik dapat memanipulasi pitch, ritme, dan timbre untuk berperan serta dengan beberapa keterampilan dalam aktivitas musikal, termasuk membuat komposisi, bernyanyi, atau memainkan instrumen. Dasar-dasar minat ini dapat dilakukan pada usia dini melalui bermacam-macam aktivitas. Musik di rumah dan di lingkungan awal member suatu dasar yang penting bagi pengalaman musikal yang kelak dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah.

Gardner menyebutkan bahwa perkembangan kecakapan musikal dimulai pada bayi, mereka dapat memperdengarkan suara-suaranya sendiri, menghasilkan pola-pola nada naik-turun, dan bahkan menirukan pola-pola prosodik dan lagu nada orang lain dengan lebih baik. Menurut Mechthild Papousek dan Hanus Papousek anak umur dua bulan dapat mencocokkan nada, kekerasan, dan kontur melodi dari lagu-lagu ibu mereka, dan bayi umur empat bulan dapat mencocokkan struktur ritmik dengan baik. Kecakapan ini menunjukkan bahwa bayi secara khusus berpembawaan aspek-aspek musik. Pada usia satu setengah tahun, anak-anak mengalami transisi penting dalam kehidupan musik mereka.


BAGAIMANA musik mempengaruhi otak manusia?




Proses pengenalan musik akan melibatkan banyak daerah di otak. Di otak terdapat pusat asosiasi penglihatan dan pendengaran yang berfungsi mengartikan obyek yang dilihat dan didengar. Informasi dari pusat yang berada di permukaan otak tersebut akan diteruskan ke pusat emosi yang diatur di dalam sistem limbic.

Dari pusat pengatur emosi ini perasaan sedih timbul oleh rangsangan musik dengan kunci minor dan tempo perlahan. Emosi sedih membawa dampak perubahan fisiologi tubuh berupa denyutan jantung yang lebih lambat, tekanan darah meningkat, serta peningkatan suhu tubuh. Sebaliknya musik dengan kunci major dan tempo cepat akan membawa perasaan bahagia diikuti pernapasan yang lebih cepat.

Menilik rangkaian perubahan sistem organik tubuh manusia terhadap musik, dapat dikatakan hampir seluruh sistem tubuh terpengaruhi, baik melalui sistem psikologi, neurologis maupun hormonal.




Menurut Staa, musik klasik dapat memberikan rangsangan pada bayi karena kaya komponen suara atau beragam alat musik yang tergabung di dalamnya. Stimulasi musik klasik ini bisa mulai diberikan sejak janin berusia empat bulan. Pada masa ini janin sedang membentuk sel-sel otak, dan syaraf janin sudah memberikan respons pada stimulasi suara.

Stimulasi musik klasik sebaiknya dilakukan setiap hari minimal setengah jam. Musik klasik ini bisa didengarkan sambil melakukan kegiatan lain. Bagi ibu hamil yang tidak begitu menyukai musik klasik dan selalu ketiduran bila mendengarnya, tidak perlu khawatir karena janin tetap bisa mendengarkan musik itu.

Satu hal yang terpenting, ketika mendengarkan musik klasik kondisi emosional ibu harus tenang dan relaks. Jika ibu bisa ketiduran ketika mendengar musik klasik, berarti ibu bisa santai. Stimulasi paling efektif adalah ketika ibu merasa tenang dan santai.

Pada dasarnya, musik yang dapat memberikan stimulasi pada janin dan bayi tidak terbatas pada musik klasik saja. Pada waktu itu penelitian hanya ditujukan pada musik klasik, tidak meneliti jenis musik lain seperti gamelan, misalnya. Saya kira, gamelan juga bisa memberikan stimulasi yang baik untuk janin dan bayi. Jadi buat ibu hamil yang tidak suka musik klasik, mungkin bisa menggantinya dengan gamelan jawa atau bali, atau komposisi cerdas Rhoma Irama, Kesyahduan Frngky, maupun religiusitas Bimbo.

Bagaimana Mengembangkan Musik Untuk Meningkatkan Kecerdasan ?



Melihat kemampuan musik yang utama , para ahli psikologi berusaha mengkaji mekanisme di mana pola-pola musikal diterima: 2 pendekatan radikal penyelidikan psikologis tentang musik.

Bottom up: mengkaji cara-cara di mana individu memproses unsur-unsur musik: nada tunggal, pola-pola ritmik dasar; dan unit-unit lainnya. caranya: subjek ditanyai nada yang di antara dua yang lebih tinggi, apakah dua pola ritmik sama, apakah dua nada dimainkan oleh instrumen yang sama.

Ketidak-percayaan terhadap kemungkinan tersusunnya musik dari komponen-komponennya mendorong pendekatan “top-down” terhadap persepsi musik, di mana seseorang menghadirkan kepada subjek musk, atau paling tidak segmen musikal kesehatan. Dalam studi semacam ini, seseorang diuji reaksinya terhadap perangkat-perangkat musik yang lebih umum (apakah berlangsung lebih cepat atau lebih lambat, apakah lebih keras atau lebih lemah) dan juga terhadap ciri-ciri metaforik dari musik (apakah berat atau ringan, kejayaan atau tragedi, padat atau jarang).

Sebagai jalan tengah, Gardner mengusulkan pendekatan ketiga yakni “middle ground” (jalan tengah), yang tujuannya sampel entitas-entitas musik yang cukup besar untuk menghasilkan suatu persamaan yang non-superfisial terhadap entitas musikal yang asli, sehingga cukup rentan untuk analisis terhadap manipulasi eksperimental yang sistematik yang diizinkan. Riset semacam ini umumnya melibatkan pemberian kepada subjek hal-hal yang singkat atau serpihan-serpihan yang memiliki sebuah kunci atau ritme yang jelas.

Bagi negara kita, kecerdasan musikal akan banyak bermanfaat jika dikembangkan di sekolah-sekolah. Hal ini mengingat musik dapat menenangkan jiwa yang sedang resah. Implikasinya di bidang pendidikan, kalau teknik pengajarannya dikelola dengan baik, maka akan membantu kita untuk menyesuaikan diri pada aspek bayangan positif dan negatif dari diri kita sendiri dan mengubah karakteristik kita yang sulit ditangani dan kadang-kadang merusak.



Menurut Gardner, pada dasarnya setiap anak, memiliki kecerdasan musikal secara alami. Telah terbukti bahwa bayi usia 2 bulan sudah dapat menyenandungkan nada tinggi dan melodi yang disenandungkan ibunya. Selain itu, diusia 4 bulan bayi sudah mampu mengikuti ritme yang didengarnya tersebut mulai bertambah atau justru berkurang tergantung pada lingkungannya.

Berkaitan dengan pengaruh, kecerdasan musik diindikasikan memiliki banyak pengaruh terhadap perkembangan kognitif, contoh sederhana misalnya dengan mengenal dan menghafal nada-nada. Dengan demikian musik amat mempengaruhi daya imajinasi anak, sehingga akan menjadikannya lebih kreatif.



Untuk memperkuat bukti tersebut maka banyak dilakukan penelitian dan percobaan. Salah satunya yang dilakukan oleh Prof. Dr. Gordon Shaw dari University of California, AS. Penelitian Prof. Dr. Gordon Shaw tersebut antara lain membagi sekelompok anak menjadi 3 kelompok :


1. Belajar musik

2. Belajar komputer

3. Belajar keterampilan

Hasilnya ternyata kelompok pertama menunjukkan perkembangan yang dramatis, yaitu 35% lebih cerdas dari kelompok kedua maupun ketiga. Usia 0 sampai 6 tahun adalah masa yang paling tepat untuk mulai belajar musik, karena masa ini adalah masa terbaik pada perkembangan pendengaran.



Manfaat Musik Bagi Anak


1. Musik berguna untuk mengenalkan kalimat dan gerakan sehari-hari, misalnya mengubah lagu sendiri dengan tema seperti makan, mandi, menyikat gigi, naik kendaraan ataupun berolahraga, sehingga anak dapat menarik hubungan-hubungan antara lagu dengan aktifitas sehari-hari.

2.Musik sebagai alat untuk belajar bahasa tubuh dan gerakan, mengajarkan

bahasa tubuh sangat bermanfaat untuk mengungkapkan keinginan anak dan dapat mendorong kemampuan bicara. Syal, pita, gelas plastik atau handuk yang digerakkan sesuai irama lagu, bisa menjadi media interaksi antara ibu dan anak.

3.Musik berguna untuk melatih imitasi verbal dan bicara. Anak dengan down syndrome perlu belajar menirukan bunyi. Misalnya nyanyikan lagu apa saja yang dapat diucapkan anak, jika dia hanya dapat bergumam, aplikasikan gumam tersebut kedalam lagu favorit anak.



Kapan saatnya kita bisa mulai mengembangkan keterampilan anak-anak kita dalam bidang musik? Apakah harus menunggu sampai dia sudah bisa berbicara? Ternyata tidak! Sejak anak kita masih ada dalam kandungan pun kita sudah bisa mulai mengenalkan mereka dengan musik. Apalagi menurut hasil riset, musik bisa membentuk otak janin.

Hasil riset membuktikan, semakin awal seorang anak diperkenalkan pada musik, potensinya semakin besar untuk belajar dan menyenangi musik. Kembangkan kemampuan dan kepekaan anak Anda dengan bernyanyi bersamanya. Jangan khawatir mengenai menyanyi selaras atau mengubah kata-kata dari sebuah lagu. Menikmati bernyanyi adalah bagian yang penting.

Juga perlu diingat, tanpa terintegrasi dengan kecerdasan-kecerdasan lain, kecerdasan musikal ini bisa saja memunculkan hal-hal yang kurang diinginkan. Kisah-kisah tragis para pemusik pemusik besar, bisa menjadi contoh untuk itu.

Ingin mengembangkan mengintegrasikan berbagai kecerdasan secara holistik anak atau peserta didik sekolah anda ?

Hubungi The Holistik Leadership Center. Just Call +6287888992799 begin_of_the_skype_highlighting              +6287888992799      end_of_the_skype_highlighting.



Tidak ada komentar: