MISI

***************** A MAN WHO WANT TO CREATE AN EDEN IN THE WORLD *****************

Selasa, 04 Januari 2011

WHAT I THINK (IQ)

Wa fii Anfusikum Afalaa Tubshiruun ?
Dan pada diri kamu, apakah kamu tidak memperhatikan ?




" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal"
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : "Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka periharalah kami dari siksa neraka." (Q.S. Ali Imran : 190 - 191)


Dua ayat dari surah Ali Imran di atas secara ekslisit menjelaskan proses munculnya atau terkonstruksinya kesadaran spiritual (ESQ) dari pengalaman empiris mengamati, menganalisa dan mengkonklusi penciptaan/kejadian alam semesta (IQ). Ayat ini juga menjadi bukti adanya koneksitas antar berbagai potensi kecerdasan. Potensi Fikir manusia (IQ) jika dimanfaatkan secara holistik, maka dia akan menjadi pengungkit bagi munculnya potensi-potensi kecerdasan lain termasuk ESQ.





IQ , What and Where ?

Apa Kecerdasan Mental (IQ) dan dimana IQ berpusat ? Berikut uraiannya.






Dalam hal kecerdasan , Para pakar ilmu syaraf(neuroscience) Richard Haier dari Universitas California dan Irvineserta Rex Jung dari Universitas New Mexico, Amerika Serikat, menemukan bahwa inteligensi atau kecerdasan yang sering dinyatakan dalam ukuran IQ tidak terpusat pada satu bagian tertentu dari otak, melainkan merupakan hasil interaksi antar beberapa bagian dari otak.

Makin bagus kinerja antar bagian- bagian otak itu, makin tinggi tingkat kecerdasan seseorang (teori parieto-frontal integration). Di sisi lain, pusat emosi terletak di bagian lain dari otak yang dinamakan amygdala, tak ada hubungannya dengan midbrain. Sementara itu aspek kepribadian lain seperti minat dan motivasi lebih merupakan aspek sosial (bukan neurologis) dari jiwa, yang lebih gampang diamati melalui perilaku seseorang ketimbang dicari pusatnya di otak. Dengan demikian penguatan berbagai bagian otak dengan berbagai exercise nya adalah hal yang mutlak diperlukan untuk meningkatkan ketajamannya.


Pusat Pusat Indera Pada Otak

Pusat-pusat aktivitas hidup manusia dikendalikan oleh beberapa bagaian olek berikut:





Belahan Otak dan Fungsinya

Belahan otak kiri dan belahan otak kanan memiliki fungsinya sendiri-sendiri, fungsi-fungsi itu adalah :



Perbedaan Perbedaan Jenis Otak




Klasifikasi Kecerdasan

Klasifikasi tingkat kecerdasan diantaranya yaitu retardasi mental yang meliputi idiot dengan IQ 30 ke bawah,embisil dengan IQ 31-50 ke bawah,debil dengan IQ 51-70 ke bawah;kedua,slow-learner dengan IQ 71-90;ketiga normal dengan IQ 91-110;keempat rapid-learner dengan IQ 111-130;dan kelima gifted dengan IQ 131 ke atas.

Kini telah berkembang cara perhitungan dan distribusi dengan skor IQ, sehingga IQ dapat membedakan antara skor IQ tradisional dengan skor IQ modern. pertama, skor IQ tradisional menjelaskan bahwa skor IQ itu diperoleh dengan mengkonfersikan skor mentah dengan usia mental (Mental Age) yang menunjukan usia anak berdasarkans kor yang diperoleh. Skor IQ dapat dihitung dengan membagi usia mental anak dengan usia kronologis atau cronological Age (CA) dan mengalikannya dengan 100

Anak dengan IQ 100 menunjukan anak yang memiliki kecerdasan rata-rata, sedangkan anak dengan IQ di bawah 100 menunjukan anak tersebut memiliki tingkat kecerdasan yang rendah.

Pendekatan usia mental memberi cara yang relatif nyaman untuk membandingkan skor tes anak. Namun kelemahannya yaitu: (1) Pendekatan ini mendorong orang yang tidak familiar dengan daftar skor akan menyimpulkan bahwa anak yang CA-nya 8 tahun dan MA-nya 12 tahun akan seperti anak yang usianya 12 tahun dalam segala hal, padahal yang relatif sama kemampuan akademiknya lalu bagaimana kemempuan sosialnya. (2) Perkembangan kecerdasan pada anak yang lebih muda cenderung lebih cepat dari pada anak yang lebih tua , IQ berdasarkan formula ini tidak mendapat perhatian tersendiri.

Faktor Faktor yang mempengaruhi kecerdasan

beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan, yaitu: Biologis, Lingkungan, Budaya, Bahasa, Masalah etika.



Mengembangkan IQ

Anggapan bahwa IQ tidak dapat berubah sudah lama terbukti tidak benar. Apabila pikiran semakin banyak digunakan, semakin kuatlah ia; apabila pikiran semakin responsif terhadap nurani, semakin bijaksanalah ia.




Ada tiga komponen utama yang diperlukan untuk mengembangkan kecerdasan mental (IQ). Ketiga komponen tersebut adalah : pertama, pembelajaran dan pendidikan yang berkelanjutan, sistematik dan disiplin; ke dua, memelihara kesadaran diri (mengekplisitkan berbagai asumsi); ke tiga, belajar dengan cara mengajar dan melakukannya.

Berdasarkan konsep Guilford, antara kreativitas dan hasil belajar ada pada posisi yang berseberanga. Disatu pihak kreativitas ditopang oleh aspek berfikir divergen yang mempunyai ciri kemampuan memproduksikan sejumlah besar kemungkinan pemecahan terhadap suatu masalah, di lain pihak, hasil belajar dewasa ini dilandasi oleh aspek berfikir konvergen yang menuntut sifat kompromis.

Untuk mengembnagnkan kecerdasan mental, Pembelajaran hendaknya melatih untuk memikirkan apa yang telah diperoleh, mendorong untuk menggunakan pertanyaan dan daya imajinasinya. Sehingga setiap individu harus merasa perlu memiliki kemampuan berpikir dan bertindak kreatif untuk dapat menyelesaikan persoalan kehidupan yang kompleks.

Pembelajaran seperti terdiskripsikan di atas, memungkinkan individu keluar dari belenggu-belenggu penghalangnya, yang sesungguhnya jika mau keluar dari kotak (out of the box) dia akan mendapatkan keleluasaan memecahkan berbagai penghalang.

Beberapa hal yang dapat dikembangkan guru, agar memiliki kekuatan untuk mengembangkan kreativitas anak yaitu :

Memberikan tugas yang sesuai dengan kehendak anak, sehingga dimungkinkan anak mampu menunjukan keterlibatan personal yang tinggi.

Pelaksanaan pembelajaran di kelas sebaiknya dilandasi rasa ingin tahu siswa, oleh sebab itu dalam mengembangkan segala pemahaman hendaknya didasarkan pada minat dan kepedulian anak atau dilandasi dengan motif intrinsik anak.

Pelaksanaan pembelajaran hendaknya memungkinkan anak dapat mengembangkan sensitivitasnya terhadap berbagai masalah, persoalan dan tantangan.

Pelaksanaan pembelajaran yang perlu ditegakkan adalah pengalaman yang memberikan kelonggaran bagi anak untuk melakukan elaborasi dalam berfikir dan pengembangan kemampuan berfikir divergen mereka dikondisikan dalam kehidupan yang selalu mempertimbangkan berbagai ide yang berbeda jangan langsung member jawaban yang benar.

Hindari Perilaku "menghukum" Saat kegiatan pembelajaran berlangsung

Pengalaman belajar seyogyanya memungkinkan anak bebas melakukan eksperimen yang memungkinkan mengkonstruski pengetahuannya (Imquery)

Pengalaman belajar yang memang perlu mendapat penekanan adalah pengalaman belajar yang dapat menghantarkan siswa untuk memecahkan masalah. Masalah yang dimaksud disini, adalah persoalan yang dapat mengarahkan mereka mengidentifikasikan tantangan-tantangan baru.

Orang yang melakukan komitmen untuk melakukan pembelajaran, pertumbuhan, dan perbaikan diri secara terus menerus akan menjadi orang yang memiliki kemampuan untuk berubah, beradaptasi, menyesuaikan diri dengan perubahan kenyataan hidup, dan secara fondamental akan memiliki kemampuan untuk memberikan hasil di segala bidang kehidupan.

Pendek kata, orang yang memiliki komitmen untuk melakukan pengembangan tiga komponen utam kecerdasan mental (IQ) dia akan menjadi orang yang cerdas dalam menghadapi semua problematika hidup, dengan kata lain pribadi tersebut akan menjelma sebagai seorang yang cerdas secara holistik. Inilah makna bahwa kecerdasan mental (IQ) dapat berperan sebagai pengungkit berkembangnya kecerdasan lain seperti yang tersurat pada dua ayat dari Al Qur'an Surah Ali Imron di atas.

Pelatihan IQ



Untuk tetap tajam, pisau haruas selalu diasah. Denikian juga IQ, untuk menjaga dia tetap "tajam" alias cerdas, atau berkembang jika masih dalam masa perkembangan, maka pelatihan Kecerdasan Mental (IQ) juga dibutuhkan. The Holistic Leadership Center siap bekerja sama dengan semua komponen bangsa untuk pelatihan ini.

Call Us To Improve your IQ

Tidak ada komentar: