MISI

***************** A MAN WHO WANT TO CREATE AN EDEN IN THE WORLD *****************

Rabu, 03 November 2010

MERAPI DI HATI KAMI



Status Fb Mbak Wuri Suhasti (BU Yulianto) selalu diupdate sesuai perkembangan geliat Merapi. Adek-Adek Jama'ah Shalahuddin juga selalu menyajikan perkembangan mutakhir gelora Wedhus gembel, hari-hari dalam seminggu terakhir ini saya menjadi "penunggu" perkembangan kondisi Merapi.

Entahlah kenapa, ikatan batin dengan lekuk-lekuk Merapi yang kerap kukunjungi baik dengan teman teman HMI MPO, yang trainingnya di kejar-kejar Aparat keamanan hingga kita mencari siasat training atau pembinaan kader di Kaki Merapi, Kali Kuning, Kali Adem, atau naik bahkan di wisma karyawan bahkan di rumah-rumah warga sekitar Merapi yang bisa bekerja sama dengan kami dan siap memberikan perlindungan bagi temen teman yang committed menentang Represif Orde Baru yang memaksakan Azaz Tunggal.




Atau kalau persiapan untuk menghadapi lomba bersama Unit Atletik UGM : Nirwan, Dadang aruman, Agus, Dody, Erstein, Herina, Mba Sita Susanti dll. Kadang sekedar Hicking dengan teman-teman fakultas ; Bellona, Yuni, Endang Saparini, Gawong, Gondes, Fatah, Irfan dan lainnya , makan jadah yang dibakar dengan ranting-ranting pinus kering yang patah, mengelilingi api sambil main gitar dan menyanyi "Melati Dari Jaya Giri" atau lagu-lagu countrynya Franky and Jane. Sambil menunggu subuh kami main truf, lalu pulang membawa kesegaran dan karya Puisi : Seikat Edelweis Buat Astuti.



Hari ini, aku menonton bagaimana Merapi dengan bahasanya sendiri, bahasa semesta dalam menyambut SBY. Bibirku terkatup diam, mataku menatap getir reruntuhan alam Merapi, fikiranku melayang, terkenang saat tadabbur alam di pertengahan tahun 80-an bersama Jama'ah Shalahuddin UGM. Saat di tebing menuju "Plawangan" aku mebacakan Puisi ku "Akhir Sebuah Itikaf", satu judul puisi yang sering dibaca pada penutupan Pengajian i'tikaf ramadhan di Mesjid Abu Bakar Siddiq, Pondok Pesantren Budi Mulia.




Seusai membaca puisi itu, Mbak Niken (Bu Prof. Edy Meiyanto - sekarang) berbisik : Dar, aku suka pada bait :

Tak ada kata tunggu dalam berpacu,
Lengah sedikit, kalah menghimpit,
Tunggu Sebentar, Kita terlempar.

Masya Allah, semoga kita tak terlambat !




Wahai gunung-gunung yang bergairah, bisakah kita bicara, agar gairahmu tetap tercurah, dan kami tetap bisa tersenym cerah. Wahai samudra yang menggelora, bisakah kita berembug, agar geloramu tetap maujud, dan kami bisa kembali bersujud .

Tanpa ada yang kalut.

(Darwono Tuan Guru).

Untuk Mas Edy Meiyanto ( Prof ) bersama Kajasha UGM dan Adek-Adek Jama'ah Shalahuddin UGM, Selamat Berjihad di Merapi. Semoga Allah SWT memudahkan segalanya menjadi baik.

GADJAH MADA UNIVERSITY SOLIDARITY



Siapa yang memudahkan urusan hamba-Nya di dunia, maka akan dimudahkan urusannya di akhirat. Mudahkanlah semua urusan saudara kita yang sedang kesulitan karena berbagai musibah. Kita berbagi hati (Darwono Tuan Guru)

Bagi teman-teman Kajasha yang ingin berkurban, alangkah afdhalnya kalau disalurkan melalui adik-adik kita di Jamaah Shalahuddin UGM, untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah di sekitar kawasan Gunung Merapi. Mari berlomba-lomba memberi manfaat utk sesama dan melakukan kebajikan (KAJASHA, KELUARGA ALUMNI JAMA'AH SHALAHUDDIN UGM)



DO YOU AGREE THAT MBAH MARIJAN IS PERFECTLY AS THE NOBLE PRIZE WINNER CANDIDATE ?

JUST JOIN GROUP : "PRIZE NOBLE FOR MBAH MARIDJAN" DI FACEBOOK



MERAPI ERUPTION




Yogyakarta (ANTARA) - The victim died from the eruption of Mount Merapi on Friday morning are now in the installation of Forensic Hospital Dr Sardjito Yogyakarta increased to 35 people.

"Most were from the village of Argomulyo, from Hamlet and Hamlet Bronggang Plumbon," said a member of the Police Medical Syahrizal Yogyakarta police in Dr Sardjito Yogyakarta on Friday.

According to him, the possibility of casualties caused by the eruption of Merapi was still able to increase considering there are some locations that could not be reached due to the still hot lava.

"The evacuation requires heavy equipment and also the water in a large number to get into the area and evacuating casualties," he went on the estimated number of victims of the eruption of Mount Merapi is greater than the eruption on 26 October.





Team Disaster Victim Identification (DVI) assisted Dr Sardjito now started to identify with all victims.

One of the volunteers from the Radio Communications Balerante 907, Utha who helped conduct the evacuation in several areas, saying that Hamlet Plumbon been destroyed by hot clouds and lava swept heat.

"In Hamlet Plumbon, we find there is a family who had died from heat clouds, even we find there is a victim who holds a mobile phone," he continued.

During the volcanic activity started to increase since Wednesday (3 / 11), he said, it always appealed to the public to stay away from flood plains with a minimum distance of 300 meters.

"Lava is still hot it can overflow to the river banks so much cause casualties. Many of the victims who may not be directly exposed to heat clouds but exposed lava spills," he said.


Tidak ada komentar: